sharmadie

Perlakuan Tanaman Anggur

Posted on: Januari 11, 2011

1. pemberian zpt

Pemberian ZPT dapat dilakukan pad saat perbanyakan tanaman secara vegetatif dan merangsang pembuahan. Pada perbanyakan tanaman, yaitu

1.      Setek

Syarat penyetekan seperti tanaman yang lain dan setelah selesai disiapkan celupkan atau rendam pangkal setek dalam larutan hormon tumbuh akar, seperti Rootone F, asan indol asetat (IAA), atau asam indol butirat (IBA) 33dengan konsentrasi 100 ppm-500 ppm selama minimal 15 menit.

2.      Okulasi atau chip budding

Pemberian ZPT ini dilakukan pada saat penyiapan benih untuk batang bawah. Caranya sebelum benih anggur ditaman biji angur direndam pad air hangat yang sudah dicampur ZPT seperti Atonik sebanyak 1000 ppm selama 1 jam. Tujuan untuk memecah masa dormansi.

3.      Cangkok

Untuk merangsang pertumbuhan akar pada cangkokan anggur, perlu diolesi ZPT dibagian luka bekas sayatan. ZPT yang digunakan adalah Rootone F.

Cara mendapatkan buah anggur tanpa biji yang besar dan dompolan buah panjang dapat disiasati dengan memberikan hormon pengatur tumbuh (ZPT) asam Giberelat dalam bentuk larutan promalin. Promalin adalah zat pengatur tumbuh berbahan aktif, yaitu campuran dari asam Giberelat dengan benzyl adenin (sitokinin). Dosis yang paling baik adalah 1000 ppm. Cara penggunaannya, primordia bunga anggur (calon bunga) dicelupkan selama 5 detik ke dalam larutan promalin pada pagi atau sore hari. Tiga bulan setelah pencelupan bunga, buah yang terbentuk menjelang tua (masak).

2. PEMBUATAN RAMBATAN

Tanaman anggur bersifat merambat atau menjalar, sehingga untuk mengatur pertumbuhan dan pembuahannya dibutuhkan rambatan. Model rambatan tanaman anggur dapat dibedakan atas tiga model sebagai berikut:

a. Model Para-para

Konstruksi tempat rambatan model para-para dibuat dari bahan kayu, besi, beton/batu bata dan bambu. Bahan-bahan untuk pembuatan para-para harus kuat, tahan lama dan cukup ringan.

Tiang para-para dipasang sesuai dengan jarak tanaman anggur tersebut dan tinggi yang paling ideal adalah 2 m sehingga pekerja dapat leluasa dibawah para-para. Jika para-para terlalu rendah maka bagian bawah tanaman kurang mendapatkan sinar matahari,sehingga menjadi lembab. Kelembaban yang tinggi memudahkan timbulnya serangan penyakit dan bila terlulu tinggi menyulitkann pemeliharaan.

b. Model Pagar atau kniffin

Tempat perambatan tanaman anggur dibuat berbentuk pagar. Tiang pagar tebuat dari kayu ataupun beton cor dan antar tiang tersebut dihubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar.

Tempat perambaatan model pagar mempunyai kelebihan antara lainsinar matahati dapat langsung menyinari tanaman anggur, keadaan sekitarnya tidak lembab, dan mudah dalam kegiatan penyemprotan. Kelemahannya buah mudah lecet tergores kawat pagar.

c. Model perdu

Tempat perambatan model perdu berupa pohon atau kayu biasa, kemudian di bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2m dan  lebarnya 2m.

Pemasangan tempat rambatan sebaiknya dilakukan sebelum tanaman anggur dipangkas dan dibentuk. Seusai pemasangan tempat rambatan dapat segera dilakukan pemangkasan dan pembentukan pohon.

3. PEMANGKASAN DAN PEMBENTUKAN POHON

Pemangkasan pada tanaman anggur merupakan satu-kesatuan pekerjaan yang tidak terpisahkan dengan pembentukan pohon. Pemangkasan dan pembentukan pohon harus dilakukan supaya tanaman dapat berproduksi dengan baik.

Pemangkasan adalah tindakan pemotongan batang dan cabang tanaman dengan maksud untuk mendorong (merangsang) tunas cabang-cabang baru, sehingga akhirnya dihasilkan bunga dan buah.

Tujuan pemangkasan anggur adalah sebagai berikut:

a.         Memperoleh batang pokok tanaman anggur yang kekar dan kuat, sehingga bentuk dasar (frame) tamanan bagus.

b.         Mendapatkan cabang-cabang yang tumbuhnya kuat.

c.         Memperpendek pohon (dwarfing) agar mudah dalam pemeliharaan dan pemungutan hasil.

d.         Memperoleh tanaman anggur yang cepat berbunga dan bertandan banyak, sehingga produksi tinggi.

Pembentukan pohon merupakan pekerjaan mengatur percabangan yang telah ada, sehingga tanaman tersebut bentuknya bagus. Disamping itu, pembentukan pohon berpengaruh baik padasirkulasi udara disekitar tujuk (kanopi) tanaman hingga cukup mendapat sinar matahari. Tujuan pembentukan pohon adalah untuk mendapatkan tanaman yang berbuah lebat.

Tata cara pemangkasan dan pembentukan pohon  tanaman anggur adalah sebagai berikut:

a. Pangkasan pertama

Pada tahun pertama, tanaman anggur yang tumbuhnya melebihi para-para (umur 9-12 tahun) segera dipangkas ujung batangnya, disisakan setinggi para-para. Daun-daunnya yang tertinggal dipangkas(dibuang). Tujuan pemangkasan perdana (pertama) adalah untuk menumbuhkan tunas atau cabang primer yang sehat dan menghasilkan bentuk dasar (frame) tanaman yang kuat.

b. Pangkasan kedua

Dua minggu setelah pangkasan pertama, biasanya tunas-tunas atau cabang primer tumbuh sehat. Cabang yang paling atas ditarik dan diluruskan menjalar ke depan para-para. Sementara tunas-tunas atau cabang lain dibiarkan menjalar ke kanan dan kiri para-para seperti bentuk sirip.

Setiap cabang yang yang tumbuhnya memanjang ± 1m segera dipangkas pada bagian ujungnya. Tujuan pemangksan kedua adalah menumbuhkan tunas-tunas atau cabang sekunder.

c. Pangkasan ketiga

Cabang-cabang sekunder yang panjangnya mencapai ± 1m, ditarik dan diluruskan lagi seperti pada pangkasan kedua. Tiap ujung cabang sekunder segera dipangkas. Tujuan pangkasan ketiga adalah untuk menumbuhkan tunas-tunas atau cabang tersier.

Cabang tersier disebut cabang bunga atau buah. Setelah diperoleh cabang tersier, pekerjaan pembentukan pohon dihentikan, tinggal menunggu pemangkasan untuk pembungaan dan pembuahan.

Hal yang perlu diperhatikandalam pemangkasan dan pembentukan pohon tanaman anggur adalah

1.         mengetahui ciri visual mata tunas

Tanaman anggur mempunyai tunas vegetatif, generatif dan tunas campuran. Tunas vegetatif bersifat menghasilkan cabang atau ranting tersier yang biasanya tidak berbuah. Tunas generatif berfungsi menghasilkan cabang atau ranting yang sanggup berbuah. Sedangkan tunas campuran bersifat menghasilkansebagian cabang atau ranting yang dapat berbuah dan sebagian lagi tidak akan berbuah.

Mata tunas vegetatif ditandai dengan bentuknya yang runcing. Apabila pemangkasan dilakukan diatas mata runcing akan menghasilkan tunas-tunas baru yang bersifat vegetatif (tidak berbuah). Sementara mata tunas generatif ditandai dengan bentuk tumpul. Apabila pemangkasan dilakukan diatas mata tumpul akan dihasilkan tunas-tunas bakal bunga dan buah.

Agar diperoleh tanaman anggur yang mempunyai tunas vegetatif dan generatif kekar, sehat dan subur harus diusahakan agar tanaman tetap prima. Untuk itu harus dilakukan pengairan, pemupukan, pengendalian opt yang sebaik-baiknya.

2.         Waktu pemangkasan dan pembentukan pohon

Waktu yang paling tepat adalah anggur berumur 1 tahun. Tanaman yang dipangkas dan dibentuk sebelum waktunya (kurang dari 1 tahun), produksinya tidak akan memuaskan.

3.         Cara pemangkasan

Cara pemagkasan tanaman anggur dibedakan menjadi 3 macam, yaitu Teknik pangkas pendek, artinya banyak mata pada cabang yang dipangkas, disisaka 1-2 mata tunas. Pangkas sedang, artinya banyak mata tunas yang dipangkas, disisakan3-6 mata tunas. Sedangkan pangkas panjang adalah banyak mata pada cabang yang dipangkas, disisakan 7 mata atau lebih.

4.         Ciri-ciri siap pangkas

Cabang yang siap dipangkas ditandai dengan ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas segera meneteskan air. Pemangkasan harus selalu dilakukan pada bagian cabang yang telah berwarna cokelat. Apabila cabang yang dipatahkan (dipangkas) tidak meneteskan air, maka pemberian air harus diulangi lagi sebanyak mungkin selama 2-3 hari sebelum pemangkasan ulang.

4. Pemangksan untuk pembungaan atau pembuahan

Waktu pamangksan untuk pembuahan dilakukan 2 tahap setiap tahun, yaitu bulan Maret-April, dan bulan Juli-Agustus. Pemangkasam pada awal musim kemarau (Maret-April) biasanya tidak memberikan hasil yang memuaskan, karena cabang pangkasan hanya menghasilkan sedikit bunga. Pemangkasan pada musim kemarau (Julu-Agustus) umumnya memberikan hasil yang tinggi dan memuaskan.

Cabang buah hanya terjadi pada cabang tersier. Oleh karena itu, pemangkasan pembuahan hanya dianjurkan setelah tanaman berumur 1 tahun. Cabang-cabanag yang tumbuh subur dippangkas dengan meninggalkan 1-3 mata tunas. Cabang atau ranting sisa pemangkasan dibentangkan dan diatur merata ke seluruh permukaan para-para, lalu diikat ke kanan dan ke kiri dengan tali rafia.

Seusai pemangkasan pembungaan, maka 10-14 hari berikutnya akan tumbuh tunas-tunas baru, dan 7 hari kemudian muncul malai bunga. Tiap tunas sebaiknya dipelihara 3 malai bunga, dan selebihnya dibuang (dipangkas). Pemeliharaan 3 malai bunga dimahsudkan agar nantinya buah anggur yang dihasilkan bermutu tinggi. Tunas-tuans baru yang tumbuh di atas bunga sebaiknya dipangkas karena akan mengganggu pembuahan. Pemangkasan tunas ini berlangsung sampai bakal buah terbentuk (muncul).

5. Penjarangan dan perawatan buah

Penjarangan buah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas buah anggur, agar butirannya menjadi besar dan tingkat kemasakannya seragam atau serentak.

Penjarangan buah dilakukan pada waktu ukuran buah masih sebesar kelungsu (biji asam). Hasil penjarangan buah (krenten) dapat digunakan untuk pembuatan kismis. Penjarangan buah dilakukan dengan mengambil butir-butir buah yang letaknya berhimpitan, abnormal dan rusak (busuk). Alat bantu yang digunakan adalah gunting kecil berujung runcing  yang bersih (steril).

Perawatan buah dilakukan untuk mengatur tandan atau dompolan buah agar menggantung bebas dan untuk mengendalikan organisme pengganggu buah. Apabila periode pembuahan berlangsung di musim hujan, perlu disiasati dengan cara sebagai berikut:

a.         Memasang atap plastik putih (trasparan) pada para-para. Cara ini dapat mengamankan dan meningkatkan produksi sebesar 88%.

b.         Membungkus bakal buah anggur dengan kontong plastik atau kertas semen. Cara ini dapat meningkatkan produksi sebesar 123%, rasa buah menjadi manis, buah menjadi tidak busuk, dan tidak terserang penyakit.

6. peremajaan metode top working

Apabila tanaman anggur sudah tidak produktif atau akan diganti dengan varietas baru, tidak perlu dilakukan pembongkaran (eradikasi) tanaman. Teknik yang digunakan untuk mengganti tanaman lama dengan varietas baru tanpa membongkar semua tanaman adalah dengan teknik top working atau teknik sambung. Tata cara peremajaan dengan metode top working adalah sebagai berikut :

1.         Tentukan tanaman anggur yang akan diremajakan.

2.         Permukaan tanah. Bekas pangkasan harus rata, kemudian diolesi dengan parafin.

3.         Biarkan tumbuh tunas-tunas baru pada batang bawah yang dipangkas kemudian pelihara tunas terpilih selama 8-10 minggu hingga berukuran sebesar pensil.

4.         Siapkan cabang (pucuk) entres dari pohon induk varietas unggul yang diingginkan.

5.          Sambungkan entres dengan batang bawah (tunas baru). Metode penyambungan dapat memilih metode sambung celah atau sambung pucuk.  Teknik penyambungan sampai dengan pemeliharaan sambungan pada prinsipnya sama dengan praktek pembibitan secara konvensional.

Tingkat keberhasilan peremajaan dengan metode top working ditentukan oleh kesesuaian antara batang atas dengan batang bawah, keadaan lingkungan (cuaca), dan metode penyambungan. Hasil penelitian Baswarsiati dan kawan-kawan menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan teknik sambung celah di musim kemarau mencapi 60% dan musim hujan 75-80%. Sedangkan dengan okulasi mata tempel pada musim kemarau tingkat keberhasiklan sambungan mencapai 40%, dan musim hujan 65-80%.

Keuntungan peremajaan tanaman anggur dengan metode top working adalah sebagai berikut:

a.         Mempermuda tanaman yang sudah tua atau tidak produktif.

b.         Meningkatkan mutu tanaman atau varietas anggur yang telah ditanam.

c.         Memperpendek masa remaja (juvenilitas) tanaman yang diremajakan, sehaingga cepat berbuah.

d.         Mendapatkan varietas baru sesuai dengan yang diinginkan.

e.         Mendapat varietas anggur dalam satu hamparan kebun.

Sumber :

  • BUKU ANGGUR BUDIDAYA DAN PEPENANGANAN PASCA PANEN karya Ir. H. Rahmat Rukmana
  • BUKU MEMBUAHKAN ANGGUR DI DALAM POT DAN PEKARANGAN karya Bernand T. Wahyu Wiryanta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: